PROBLEMATIKA DAKWAH LEWAT MEDIA
SOSIAL TERHADAP POLA
INTERAKSI MASYARAKAT
A. Abstrak
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi
yang semakin maju juga turut membawa perkembangan dakwah pada arus perkembangan
teknologi khusunya dalam media sosial. Dakwah juga mengandung komunikasi yang dapat
mempengaruhi atau mengajak pendengarnya melakukan sesuatu berdasarkan yang
diserukan oleh pendakwah. Sekarang banyak kita temui konten-konten yang
bermacam-macam dalam media sosial, mulai dari hiburan, olahraga dan juga
dakwah. Namun kebanyakan orang banyak yang terpengaruh perkembangan teknologi
dan bahkan terjerumus ke dalam dampak yang negatifnyaa. Maka dari itu, konten
dakwah atau ajakan dakwah lewat media sosial ini diharapakan dapat menjadi
solusi untuk mengatasi dampak negatif media sosial. Dakwah tersebut akan
membawa manusia untuk memilih pilihan yang sesuai dang kepribadian mereka serta
terhindar dari kesesatan dan juga kelalaian. Dengan adanya interkasi yang baik
dan saling memahami kondisi mad;u maka para pendakwah dapat menyampaikan
pesannya dengan baik.
Keywords: Dakwah, Media Sosial, Pesan
Dakwah
B. Pendahuluan
Perkembangan teknologi yang semakin maju tak
selamanya membawa ke hal yang positif secara terus menersu, ada kalanya
berdampak besar. Seperti dalam media sosial yang banyak terdapat konten-konten,
yang kadang disalahgunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Maka darri
itu perlu adanya langkah inovatif agar orang tidak sembarangan berinterkasi
tanpa mengatahui sumber yang jelas. Dengan adanya dakwah pada media sosial
diharapkan media sosial dapat memiliki dampak yang positif bernuansa
nilai-nilai Isami. Serta membawa arus perubahan kehidupan seseorsang menuju
yang lebih baik lagi. Dalam penyampaian dakwah dalam media sosial pun tidak sembarangan
dilakukan karena pendakwah harus menyampiakan lebih teliti dan memperhatikan
metode dan kondisi mad’unya. Dengan demikian dakwah yang dialakukan dapat
berjalan dengan baik serta interaksi yang terjalin dapat menjadikan hubungan
anatar manusianya lebih baik dan ketaatannya kepada Allah SWT juga semakin
bertamabah
C. Dakwah Pada Media Sosial
Teknologi belakangan ini mengalami
perkembangan yang begitu cepat. Teknologi yang semakin berkembang semakin tidak
dapat dipisahkan dengan kehiduan manusia. Teknologi yang maju juga mencakup
pada bidang Informasi dan Komunikasi. Komunikasi adalah proses penyampain pesan
oleh seseorang kepada orang lain untuk memberitahu atau mengubah sikap,
pendapat, atau perilaku dengan cara lisan ataupun melalui media. ( Nurani
Soyomukti, 2012 : 11). Di era yang modern ini komunikasi sangat penting
perannya, karena ini merupakan wujud interaksi hubungan kerja sama antara
masyarakat yang satu dengan yang lainnya. Salah satu hasil dari perkembangan
teknologi bidang informasi dan komunikasi adalah Media Sosial. Globlalisasi
yang semakin maju mendorong media sosial semakin penting perannya di dalam
masyarakat, bahkan jenis-jenisnya
beragam yang dapat diakses melalui internet serta digunakan sebagai
media informasi dan komunikasi, sehingga semua orang dapat mengaksesnya tanpa
batas. Dari perkembangan yang semakni pesat ini, sekarang pengguna media tidak
hanya melihat konten saja, namun mereka dapat turut mebuat konten juga. Media
sosial memang mempermudah, namun di lain sisi berkomunikasi lewat media sosial
sebagai media interaksi kondisinya sangat memprihatinkan. Mereka lebih
cenderung lebih banyak menggunakan komunikasi lewat media sehingga mengurangi
interaksi mereka yang secara langsung antara satu dengan lainnya. Dari sekian
definisi yang ada, Rulli Nasrullah (2016) menyimpukan, bahwa media sosial
adalah medium di internet yang memungkinkan pengguna merepresentasikan dirinya
maupun berinteraksi, bekerja sama, berbagi, berkomunikasi dengan pengguna lain,
dan membentuk ikatan sosial secara virtual. Media sosial sering digunakan
sebagai media komunikasi dan lebih diminati daripada melakukan komunikasi
secara langsung. Hal ini akan menimbulkan efek kecanduan seseorang khususnya
dalam bermedia. Dari perkembangan media sosial di masa kini, juga turut
mempengaruhi interaksi sosial kemasyarakatan, dan juga terdapat pengaruh konten
yang kurang layak dikonsumsi para penggunanya. Proses sosial kini
dipercepat dan mencapai keadaan maksimal di tangan media sosial
internet yang menciptakan
berbagai informasi relasi sosial. Realitas yang ada ini membuat individu
- individu penikmatnya seolah
saling berlomba dalam sebuah arena duel, kontes tantangan,
rayuan, dan godaan masyarakat konsumer.
(Piliang, 2004:233).
Pada
pembahasan sebelumnya telah dibahas mengenai apa itu Interaksi Sosial? Interaksi
sosial sendiri merupakan hubungan imbal balik atau saling merespon antara suatu
individu dengan individu lain, maupun antara kelompok yang satu dengan yang
lainnya. Komunikasi juga merupakan salah satu wujud yang paling nampak pada
suatu proses interaksi. Simbol dalam
“bahasa” komunikasi adalah
sesuatu yang digunakan untuk menunjukkan sesuatu yang lain, berdasarkan
kesepakatan kelompok orang. (Sobur,
2006 : 157).
Karena itu kata komunikasi disini dipahami sebagai proses manusia merespon perilaku
simbolik dari orang lain. (Ad- ler &
Rodman, 2006: 4). Bahasa gesture, kata dan tanda merupakan
simbol dari adanya proses komunikasi, sehingga bagian-bagian simbol tersebut
dapat dipelajari manusia untuk berinteraksi dengan yang lainnya.
Akhir-akhir ini banyak bermunculan
pendakwah yang berakvitas berdakwah lewat media sosial. Aktivitas ini merupakan
salah satu upaya untuk mempositifkan isi dari sebuah konten pada media sosial.
Aktivitas komunikasi dakwah dalam media sosial menyangkut pola persuasif, daya
tarik ativitas dakwah dan juga pola interaksi sosial. Sebagaimana akun-akun
media sosial pendakwah ustadz Abdul Somad, ustadz Adi Hidayat dan lainnya
membuktikan bahwa aktivitas dakwah dengan media sosial dipandang efektif serta
banyak menarik daya tarik mad’unya. Ini membuktikan dalam aktivitas ini
mengandung pola persuasif, daya tarik dan juga mengandung pola interaksi
sosial. Walaupun dalam media sosial sendiri terdapat banyak konten
bermacam-macam namun konten yang berkaitan dengan dakwah islamiyah juga tak
terkalahkan dari konten-konten lainnya. Meskipun di dalam medi sosial sendiri
sebagian besar dianggap banyak memiliki sifat negatif, namun dengan adanya
konten-konten yang bermanfaat seperti dakwah dapat membawa arus yang positif
bagi media sosial. Sebagaimana yang kita ketahui dampak perkembangan media
sosial begitu memunculkan tatanan dangaya hidup yang baru, bahakan bisa merusak
budaya ataupun ideologi suatu bangsa. Indonesia merupakan negara yang dikenal
agamis dan mengakui adanya Ketuhanan, maka dari itu perlu menjadikan ajaran
agama sebagai sumber etika, motivasi dan inspirasi agar tidak melemahkan
keyakinan atau kepercayaan kita. Moch. Fakhruroji (2017) menyebutkan,
bahwa karakteristik masyarakat jejaring (media) yang tidak berpusat pada satu
subjek atau agen tertentu pada dasarnya berpotensi mengancam status agen-agen
yang memiliki otoritas agama, seperti kitab suci yang bersumber dari wahyu,
para nabi dan ulama, serta yurispudensi hukum agama yang berlaku di masyarakat.
Dalam
perkembangan Media sosial tentunya juga dapat bermanfaat untuk para pendakwah. Dakwah dengan bantuan
media ini dapat diakses oleh seluruh orang, yang dapat mebiat aktivitas ini
menjadi akseleratif dan efisien dalam memyampaiakan pesan-pesan dakwah. Daud
Ibrahim (1994), dakwah diharapkan dapat menjadi suluh atau penerang dengan
fungsi-fungsi sebagai faktor pengimbang, penyaring, dan pemberi arah dalam
hidup. Sebagai pengimbang, dakwah diharapkan dapat berfungsi sebagai
penyeimbang kehidupan yang dimegahkan oleh kenikmatan duniawai akibat
kecanggihan teknologi dengan kehidupan spiritual yang bersifat ukhrawi
(keakhiratan). Dakwah dapat dijadikan filter untuk memilih pilihan yang lebih terarah dan jauh
dari kesesatan. Namun dalam perkembangan melalui media sosial juga terdapat
beberapa kendala. Saeful Muhtadi (2012), bahwa di era cyberspace ini
sekurangnya ada 3 agenda permasalahan untuk mengoptimalkan peran dakwah di
masyarakat, yaitu: (1) pola-pola pengembangan dakwah yang selama ini dilakukan
oleh juru dakwah baik secara individual atau kelembagaan yang masih dominan
konvensional; (2) pesan-pesan yang disampaikan pada kesempatan dakwah masih
dianggap banyak yang kurang relevan dan aktual; dan (3) pentingnya dirumuskan
ulang suatu pendekatan alternatif dalam memperkenalkan Islam secara
komprehensif persuasif di tengah perkembangan teknologi informasi dan
komunikasi.
Dari
permasalahan-permasalahan tersebut perlu adanya evaluasi dakwah dan penyesuaian
metode dakwah. Ini bertujuan agar interaksi dalam panyampaian pesan oleh da’i dapat sesuai tujuan
dakwahnya. Dengan perkembangan zaman dakwah juga tidak boleh ketinggalan
modernisasi, sehingga dakwah dengan media dapat dijadikan media dakwah yang
benar-benar efektif dan tepat sasaran kepada mad’u. Cara yang
ditempuh dapat dialakukan dengan membuat konten dakwah yang berinovasi
dan terobosan yang memunculkan daya tarik mad’u, yang nantinya media sosial
tidak dipandang sebelah mata karena cenderung berdampak negatif saja. Namun
juga terdapat ajaran nilai-nilai agama yang dapat mengarahkan bermedia sosial
yang bernilai positif.
D. Penutup dan Kesimpulan
Dari Pembahasan diatas dapat
kita ketahui bahwa interaksi komunikasi dakwah dalam media sosial kadang
berjalan tidak efektif, itu karena disebabkan karena pola pengembangan dakwah
sendiri yang masih dominan, pesan yang kurang relevan dan tidak aktual serta
perlunya pendekatan alternatif untuk
memperkenalakan Islam di era perkembangan teknologi. Dari pelaksanaan dakwah tersebut juga perlu adanya
evaluasi dan melihat kondisi objek dakwah. Dengan disertai evaluasi setelah
berdakwah akan menghindarkan dari kesalahan yang serupa dapat terjadi, sehingga
pesan yang disampaikan oleh pendakwah dapat tersampaikan dengan baik dan dapat
dilaksanakan pada kehidupan sehari-harinya.
Sekian pembahasan materi kali ini, semoga apa yang
disampaikan dapat bermanfaat dan apabila masih terdapat kesalahan dan
kekurangan dalam penyampaian mohon maaf sebesar-besarnya.
E. Daftar Pustaka
Soyomukti, Nurani. 2012, Pengantar Ilmu Komunikasi,
Yogyakarta: Ar-Ruzz Media
https://journals.usm.ac.id/index.php/the-messenger/article/view/270/172
Nasrullah, Rulli. 2016 Media Sosial, Bandung: Simbiosa
Rekatama Media.
Sobur,
Alex. 2006, Semiotika Komunikasi,
Bandung : Remaja Rosdakarya, .
Piliang,
Yasraf Amir. 2004, Dunia Yang Dilipat,
Yogyakarta : Jalasutra
Fakhruroji, Moch, 2017 Dakwah di Era
Media Baru: Teori dan Aktivisme Dakwah di Internet, Bandung: Simbiosa Rekatama
Media.
Ibrahim, Marwah Daud, 1994 Teknologi Emansipasi dan
Transendensi, Bandung: Mizan.
Muhtadi, Asep Saeful, (2012) Komunikasi
Dakwah: Teori, Pendekatan, dan Aplikasi, Bandung: Simbiosa Rekatama Media.