Metodologi Dalam Sosiologi
Dalam suatu penelitian terhadap objeknya, sosiologi mempunyai cara
kerja atau metode yang digunakan untuk mempelajari objek sosiologi
(Masyarakat). Metode-metode ini juga digunakan pada keilmuan-ilmuan yang
lainnya. Pada dasarnya ada 2 jenis metode, yaitu metode kualitatif dan
kuantitatif (Soekanto, 2007:42).
1.
Metode Kualitatif
Pada metode ini mengutamakan bahan yang
sukar dapat diukur dengan angka-angka atau dengan ukuran-ukuran lain yang
bersifat eskak, walaupun bahan-bahan tersebut terdapat dengan nyata dalam
masyrakat (Soekanto,2007: 42). Ariefa
Efianingrum dalam metode penelitiannya menyebut penelitian kualitatif ini
sebagai naturalistic inquiry (inkuri alamiah).
Setiap data kualitatif memiliki
karkteristik tersendiri, berada secara tersirat di dalam sumber datanya seperti
hasil observasi, transkip interview mendalam (depth interview) dan lainnya.
Adapun karakteristik Penelitian Kualitatif yaitu:
a) Setting/latar alamiah atau wajar dengan konteks
utuh (holistik)
b) Instrumen penelitian berupa manusia (human
instrument)
c) Metode pengumpulan data observasi sebagai
metode utama
d) Analisi data secara induktif
e) Proses lebih berperan penting daripada hasil
f) Penelitian dibatasi oleh fokus
g) Desain penelitian bersifat sementara.
h) Laporan bernada studi kasus
i) Interpretasi ideografik
Metode Pengumpulan Data :
1) Pengamatan dengab berpartisipasi (Participant
Observation)
2) Wawancara mendalam (Indepth Interview)
3) Penyelidikan sejarah hidup ( Life His-torocal
Investigation)
4) Analisis Konten (Content Analysis)
Dalam penggunaannya metode kualitatif ini
dilalkukan dengan beberapa pertimbangan, pertama menyesuaikan metode kualitatif
lebih mudah apabila berhadapan dengan kenyataan ganda, kedua ; metode ini
menyajikan secara langsung hubungan antara peneliti dengan reponden, ketiga;
metode ini lebih peka dan lebih dapat menyesuaikan diri dengan banyak penajaman
pengaruh bersama dan terhadap pola-pola nilai yang dihadapi (Moleong,2005:5).
Bogdan dan Biklen mengemukakan bahwa
karakteristik dari penelitian kualitatif adalah:1) Alamiah 2)Data bersifat
deskriptif bukan angka-angka 3)Analisis data dengan induktif 4)Makna sangat
penting dalam penelitian kualitatif (Bacon,1928:28)
Terdapat 3 jenis metode dalam metode
kualitatif, yaitu:
a. Metode Historis
Metode penelitian historis adalah prosedur pemecahan masalah dengan
menggunakan data masa lalu atau peninggalan-peninggalan baik untuk memahami
kejadian atau suatu keadaan yang berlangsung pada masa lalu terlepas dari masa
sekarang dalam hubungannya dengan kejadian masa lalu, selanjutnya kerap kali
juga hasilnya dapat diperunakan untuk meramaikan kejadian atau kejadiam masa
yang akan datang (Sayuti, 1989:32).
Metode historis lebih memusatkan pada masalah masa lampau melalui
data seperti peninggalan, dokumen, dan arsip-arsip. Enelitian ini tidak memusat
pada sejarahnya saja tetapi juga pada aspek kehidupan. Tujian penelitian ini
sebagai rekontruksi masa lampau secara objektif dan sisitematis melalui cara
mengumpulkan, memverifikasi serta mengintensikan bukti dalam memperoleh
kesimpulan. Langkah-langkah dalam penelitian historis menurut (Notosusanto,1974:n)
adalah:
Ø Heruistik adalah proses mencari untuk menemukan
sumber-sumber sejarah
Ø Kritik adalah menyelidiki apakah jejak sejarah
itu asli/palsu
Ø Interpretasi adalah setelah mendapatkan
fakta-fakta yang diperlukan maka kita harus merangkaikan fakta-fakta itu
menjadi keseluruhan yang masuk akal.
Ø Histografi adalah suatu kegiatan penulisan
dalam bentuk laporan hasil peneliitan.
Contoh dari penelitian ini seperti
tentang penggaruh kolonialisme dalam kehidupan masyarakat.
b. Metode Komparatif
Metode komparatif mementingkan
perbandingan antara bermacam-amacam masyarakat beserta bidang-bidangnya untuk
memperoleh perbedaan-perbedaan dan persamaaan-persamaan tersebut bertujuan
untuk mendapatkan petunjuk-petunjuk mengenai perilaku masyarakaat pada masa
silam dan sekarang, dan juga mengenai masyarakat-masyarakat yang mempunyai
tingkat perbedaaan yang berbeda/sama (Soekanto,2007:43).
Metode komparatif bersifat horisontal dapat dilakukan dengan cara
melakukak studi perbandingan terhadap fenomena yang terjadi pada masyarakat yang satu dengan fenomena
yang terjadi pada masyarakat yang satu dengan fenomena yang terjadi pada
masyarakat yang lain dalam waktu bersamaan. Sedangkan yang bersifat vertikal
dapat dilakukan dengan cara studi perbandingan terhadap fenomena yang terjadi
pada masyarakat sekarang deng fenomena masa lampau.
c. Metode Studi Kasus
Metode studi kasus (case study) digunakan untuk menelaah suatu
keadaan, kelompok masyarakat setempat (comm (unity), lembaga-lembaga maupun
individu-individu. Alat yang digunakan dalam metode kasus ini misalnya seperti
wawancara (interview), pertanyaan-pertanyaan (schedules), participant observer
technique, dan lain-lain.
Teknik wawancara ada 2 pelaksanaan yaitu dengan langsung maupun
tidak langsung. Pada teknik questionners, telah dibuatkan pertanyaan-pertanyaan
yang akan diajukan. Tekni ini hampir sama dengan schedules, dimana dilakukan
wawancara melalui daftar pertanyaan-pertanyaan yang telah tersusun terlebih
dahulu. (Soekanto,2007:43)
Dalam participant observer technique, penyelidik ikut serta dalam
kehidupan sehari-hari dari kelompok sosial yang sedang diselidikinya. Dalam hal
ini penyelidik akan berusaha sedapat-dapatnya untuk tidak memepengaruhi pola-pola
kehidupan masyarakat yang dsedang diselidikinya (Soekanto,2007:43-44)
2.
Metode Kuantitatif
Metode kuantitatif mengutamakan
bahan-bahan keterangan dengan angka-angka, sehingga gejala-gejala yang diteliti
dapat diukur menggunakan skala-skala, indeks, tabel, dan formula-formula yang
semuanya memepergunakan ilmu pasti/matematika. Metode kuantitatif adalah metode
penelitian yang menekankan pengumpulan data dalam bentuk angka-angka.
(Soekanto,2007:44). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur gejala sosial
dengan ukuran yang jelas. Terdapat dua pembagian dalam metode ini, yaitu:
a) Metode statistik
Metode statistik bertujuan menelaah gejala-gejala sosial secara
matematis (Soekanto,2007:44). Pada penelitian ini menggunakan kunci data
statistik.
b) Metode Sociometry
Metode sociometry ini berusaha meneiliti hubungan antar masyarakat
menggunkan skala dang angka. Sociometry adalah himpunan konsep-konsep dan
metode-metode yang bertujuan untuk menggambarkan dan meneliti hubungan-huungan
manusia dalam masyarakat secara kuantitatif (Soekanto,2007:44).
Metode kuantitatif dan kualitatif
berkembang terutama dari akar filosofis dan teori sosial abad ke-20. Kedua
metode penelitian di atas mempunyai paradigma teoritik, gaya, dan asumsi
paradigmatik penelitian yang berbeda. Metode kualitatif berkembang dari tradisi
pemikiran empiris Comte, Mill, Durkeim, Newton dan John Locke. “Gaya”
penelitian kuantitatif biasanya mengukur fakta objektif melalui konsep yang
diturunkan pada variabel-variabel dan dijabarkan pada indikator-indikator
dengan memperhatikan aspek reliabilitas. Sementara metode kualitatif
dipengaruhi oleh paradigma naturalistik-interpretatif Weberian, perspektif
post-positivistik kelompok teori kritis serta post-modernisme seperti
dikembangkan oleh Baudrillard, Lyotard, dan Derrida (Cresswell, 1994). dalam
penelitian kualitatif kehadiran nilai peneliti bersifat eksplisit dalam situasi
yang terbatas, melibatkan subjek dengan jumlah relatif sedikit. Dengan
demikian, hal yang umum dilakukan ia berkutat dengan analisa tematik. Peneliti
kualitatif biasanya terlibat dalam interaksi dengan realitas yang ditelitinya[1].
terminologi atau konsep-konsep yang jamak
ditemukan dalam penelitian kuantitatif misalnya “relationship” dan
”comparison”. Sedangkan, pada penelitian kualitatif kerap ditandai penggunaan
bahasa informal dan personal. Secara metodologis, penelitian kuantitatif lekat
dengan penggunaan logika deduktif dimana teori dan hipotesis diuji dalam logika
sebab akibat. Desain yang bersifat statis digunakan melalui penetapan
konsep-konsep, variabel penelitian serta hipotesis. Sementara itu, penelitian
kualitatif lebih mengutamakan penggunaan logika induktif dimana kategorisasi
dilahirkan dari perjumpaan peneliti dengan informan di lapangan atau data-data
yang ditemukan. Sehingga penelitian kualitatif bericirikan informasi yang
berupa ikatan konteks yang akan menggiring pada pola-pola atau teori yang akan
menjelaskan fenomena sosial (Creswell, 1994: 4-7).
[1] Keterlibatan
dan interaksi peneliti kualitatif dengan realitas yang diamatinya merupakan
salah satu ciri mendasar dari metode penelitian ini. Jary and Jary
mendefinisikan istilah qualitative research techniques sebagai setiap
penelitian di mana ilmuwan sosial mencurahkan kemampuan sebagai pewawancara
atau pengamat empatis dalam rangka mengumpulkan data yang unik mengenai
permasalahan yang ia investigasi, lihat David Jary and Julia Jary, Dictionary
of Sociology, (Glasgow: HarperCollins Publishers, 1991), hlm. 513.
3.
Metode Induktif
Menurut Suriasumantri (dalam Shofiah,2007:15)
penalaran induktif adalah proses berpikir yang berupa penarikan kesimpulan yang
umum atau dasar pengetahuan tentang hal-hal yang khusus. Dapat disimpulkan bahwa
fakata-fakta yang disimpulkan dapat diperoleh dari suattu kesimpulan.
Menurut
Jacob (dalam Shofiah,2007:15), hal ini berdasarkan bahwa penalaran induktif
terbagi menjadi 3 macam yaitu
a) Generalisasi
Generalisasi adalah penarikan kesimplan dari data/fakta yang ada.
Hipotesa berasal dari bahasa Yunani, “Hypo” artinya dibawah dan “thesis”
artinya pendirian/pendapat. Jadi hipotes merupakan kegiatan ilmiah dalam rangka meneliti
berdasarkan kaidah-kaidah berfikir biasa, secara sadar, teliti dan terarah.
Atau dapat dikatakan sebagai proposi yang nenyatakan bahwa diantara fakta ada
hubungan tertentu.
b) Analogi
Analogi adalah proses penyimpulan yang berdasarkan data maupun
fakta. Dan juga dapat dikatakan sebagai proses membandingkan dari dua hal yang
berlainan berdasarkan kesamaan lalu kemudian ditarik kesimpulan.
c) Kausitas
Merupakan prinsip-prinsip sebab akibat pasti anatara segala
kejadia, serta pada kejadian memperoleh kepastian dan keharusan serta
kekhususan eksistensinya dari suatu atau berbagai hal yang mendahuluinya,
diterima tanpa keraguan dan tidak pelu sanggahan.
4.
Metode Deduktif
Metode ini diawali dari pembentukan
teori, hipotesis, definnis operasional, instrumen dan operasionalisasi. Jadi
sebelum memahami gejala, harus memahami konsep dan teori terlebih dahulu
kemudian baru dilakukan penelitian lapangan. Penalaran ini tergantung pada
premisnya, jika premis slah maka hasilnya juga salah dan juga sebaliknya.
5.
Metode Empiris
Empiris dalam sosiologi merupakan ilmu
pengetahuan yang didasarkan pada akal sehat, tidak spekulatif dan berdasarkan observasi
terhadap kenyataan (Anwar, 2008). Fokus utama penelitian ini bersifat empiris,
informasi didapat dari pengetahuan kejadian dunia nyata serta disajikan dalam
bentuk data. Data penelitian empiris ada 2 jenis, yaitu kualitatif dan
kuantitatif. Dalam empiris, kejadian nyata menjadi dasar sangat mutlak dan
peran akal sangat sedikit.
6.
Metode Rasionalitas
Metode rasionalitas mengutamakan sehat
untuk mencapai pengertian tentenag masalah-masalah kemasyarakatan. Manusia memiliki
sifat dasar ingin tahu yang dalam, ini akan mendorong manusia untuk bertanya
akan hal baru. Pengetahuan dapat dimiliki melalui pengalaman dan interaksi
antar anggota masyarakat. Secara umum terdapat 3 jenis pengetahuan yaitu:
a) Logika yang dapat membedakan anatara benar dan
salah
b) Etika yang dapat membedakan baik dan buruk
c) Estetika yang dapat memebedakan indah dan
jelek.
Meiliki ilmu merupakan wujud manusia yang berpengetahuan, ilmu
merupakan bagain dari pengetahuan, namun tidak semua pegatahuan dapat dikatakan
sebagai ilmu. Ilmu adalah pengetahuan yang didasari 2 teori kebenaran, yaitu
koherensi dan korespondensi. Koherensi dinyatakan benar jika pernyataan tersebt
konsisten dengan pernyataan sebelumnya. Serta diperoleh melalui pendekatan
logis dab berpikir rasional. Sedangakan korespondensi dinyatakan benar jika
didasarkan fakta/realita. Teori ini diperoleh melalui pendekatan empirik/
bertolak belakang.
7.
Metode
Fungsionalisme
Adalah meode penelitian yang digunakan
untuk meneliti kegunaan lembaga kamasyarakatan dan struktur sosial. Metode ini
didasarkan pada asumsi bahwa unsur-unsur yang memebentuk masyaraka memepunyai
hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi, masing-masing memepunyai fungsi
tersendiri terhadap masyarakat (Setyadi,2011:28-29).
Menurut Dadang Supardan (2009), metode
fungsionalisme adslah metode yang bertujuan untuk meneliti fungsi lembaga
kemasyarakatan dan struktur dalam masyarakat. Metode ini memiliki gagasan pokok
bahwa unsur-unsur yang membentuk masyarakat mempunyai hubungan timbal balik
yang salig mempengarui dan masing-masing mempunyai fungsi tersendiri dalam
masyarakat.
Perkembangan fungsionalisme didasarkan
model perkembangan sistem organisaai yang didapat dalam biologi (Raho,2007:48).
Asumsi dasar teori ini yaitu semua elemen harus berfungsi sehingaa ,asyarakat
dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Masyrakat terintegasi atas dasar
kesepakatan dalam mengatasi perbedaan yang dipandang secara integrasi
fungsoinal sebagai suatu keseimbangan. Maka masyarakat merupakan kumpulan
sistem sosial yang saling berhubungan dan bergantungan.
8.
Metode Eksplanatori
Menurut Sugiono (2006), metode penelitian
ini adalah penelitian yang menjelaskan hubugan kausal antara variabel-variabel
yang mempengaruhi hipotesis. Penelitian ini bertujuan menguji suatu
teori/hipotesis guna memperkuat/bahkan menolak teori atau hipotesis hasil
penelitian yang sudah ada.
Dalam jurnal “Jenis Penelitian Menurut
Kedalaman Analisis Data” Dovel Primanto dkk, menyatakan bahwa penelitian
eksplanatori adalah penelitian yang digunakan untuk mendapat data dari tempat
tertentu, tetapi peneliti melakukan perlakuan dalam penumpulan data.
Berdasarkan pengaplikasian pendekatan
sosiologi, latar belakang
Mamat Khalid yang merupakan pengarah
filem Werewolf Dari
Bangladesh (2015) telah
dianalisis telah membuktikan bahawa sosialisasi,
status sosial dan
nilai - nilai kehidupan juga boleh mempengaruhi
kepengarahannya dalam mengarahkan
sesebuah karya filem Pengkajian terhadap beberapa buah filem
hasil
arahan Mamat Khalid
yang merupakan seorang
pengarah filem, penulis
lakon layar, penyunting
filem dan juga
merupakan seorang pelakon. Sebelum analisis kandungan
dilakukan, kaedah pemerhatian turut dijalankan. Kaedah pemerhatian
merupakan alternatif yang
ada da lam pengumpulan
maklumat. Pemerhatian memerlukan pengkaji menonton sendiri filem Werewolf Dari Bangladesh (2015).
Penggunaan pendekatan sosiologi
bermula apabila Edmund
Wilson yang telah menggunakan
pendekatan ini sejak
abad ke - 18 lagi
untuk mengkaji epik Homer
dari sudut kemasyarakatannya. Percobaan Edmund Wilson
pada masa itu tidak begitu mendalam namun pada
era tersebut kritikan
dikenali sebagai pendekatan
sosiologi dan sastera. pendekatan tersebut
berkembang apabila berlaku
penambahan analisis kepada
aspek pengarang dan
juga membicarakan aspek kesan
dan pengaruh timbal
balik antara pengarang - masyarakat - teks - khalayak. Pendekatan ini memegang andaian
bahawa sastera tidak
lahir dengan kekosongan sosial.
Karya yang dihasilkan
mesti mengandungi keterangan
atau informasi tentang masyarakat
dan jika perlu
menjadi suatu dokumentasi
masyarakat. Orientasi pengarang tertumpu
kepada peristiwa yang
berlaku di hadapan
mata dan menggambarkannya dengan tepat.
Penyelewengan dapat merusakkan
mutu dan dianggap
sebagai suatu penderhakaan sastera [1]
Berdasarkan tinjauan
terhadap film - film arahan
Mamat Khalid, didapati
bahawa beliau sering
memaparkan kisah - kisah masyarakat.
Hal ini kerana,
sastera dan sosiologi mempunyai
hubungan yang erat.
Sastera menjadi cermin
masyarakat, cermin budaya
dan cermin sejarah yang merupakan
medium untuk mendokumentasikan persoalan dan isu sosial. Sosiologi
pula memperlihatkan tema - tema
fenomena masyarakat secara
berkesan kerana pendekatan ini sememangnya menggambarkan
kehidupan dan pergolakan dalam masyarakat. Dalam penyelidikan kertas kerja ini, pendekatan sosiologi digunakan untuk
menganalisis data atau kandungan.
Buku: Sosiologi; Drs. Ponirin, M.Si. ;Dr. Lukitaningsih, M.Hum. Yayasan Kita Menulis,2019 h.15-27
Makalah memahami metode kualitatif
https://scholarhub.ui.ac.id/hubsasia/vol9/iss2/8/
Sosiologi Dalam Filem Werewolf Dari Bangladesh (2015) Arahan Mamat Khalid
[1] Mana, S . ( 1998 ) .
Teori dan Pendekatan Kritikan Sastera Moden. Shah Alam: Penerbit Fajar Bakti
Sdn. Bhd.