MAJUNYA PERKEMBANGAN TEKNOLOGI, MELUASKAN JARINGAN
KOMUNIKASI
Komunikasi adalah
suatu proses atau kegiatan penyampaian pesan dari seseorang kepada orang lain
untuk mencapai tujuan tertentu. Komunikasi adalah prasyarat kehidupan
manusia. Kehidupan manusia akan tampak hampa apabila tidak ada komunikasi,
karena komunikasi merupakan bentuk interaksi antar perorangan. Dapat kita
jumpai dalam kehidupan sehari-hari, setiap manusia dalam setiap waktunya pasti
melakukan komunikasi dengan orang lain meliputi berbagai hal.
Percakapan adalah
aktivitas interaksi yang
menunjukkan aktivitas yang
stabil dan teratur
yang merupakan kegiatan
yang dapat dianalisis[1].
Analisis percakapan (conversation analysis) mempunyai tujuan memahamai secara
rinci struktur fundamental dari percakapan. Dalam analisis ini lebih memusatkan
hubungan antara ucapan dalam percakapan. Analisis Percakapan ini merupakan salah
satu ranah yang
paling berkembang dan
paling kaya dalam
etnometodologi. Serta merupakan
program yang penting
dan paling sempurna
dari etnometodologi. Praktek
ini dibangun oleh Harvey Sack, di
pertengahan tahun enam puluhan, dengan menjadikan percakapan sebagai tema utama penelitiannya.
Menurut Zimmerman, tujuan dari
analisis percakapan adalah untuk memahami
secara mendetail struktur
fundamental dari interaksi
percakapan. Lebih lanjut
Zimmerman, merangkum dasar - dasar analisis percakapan dalam lima premis[2].
Pertama, Analisis
percakapan mensyaratkan adanya
kumpulan dan analisis
data yang mendetail.
Data ini meliputi
tidak hanya kata - kata
tetapi juga keragu - raguan, desah
nafas, sedu sedan,
gelak tawa, perilaku
non verbal dan
berbagai aktivitas lain. Semua
itu menggambarkan perbuatan percakapan aktor yang terlibat. Kedua , Bahkan
detail percakapan harus
dianggap sebagai suatu
prestasi. Aspek - aspek percakapan
tidak diatur oleh
etnometodologi, aspek tadi
diatur oleh aktivitas
metodis dari para
aktor itu sendiri. Ketiga , Interaksi
pada umumnya dan
percakapan pada khususnya
mempunyai sifat - sifat yang
stabil dan teratur
hingga keberhasilan para aktor
akan dilibatkan. Keempat, Landasan fundamental
dari percakapan adalah
organisasi yang sequential. Kelima , Keterikatan bidang
interaksi percakapan diatur dengan dasar lokal
atau dengan bergilir.
Sebagai sebuah
metode yang meletakkan
studinya pada kegiatan
manusia sehari - hari atas
dasar commen sense,
Etnometodologi melihat realitas
common sense dan
eksisitensi sehari - hari manusia
merupakan kepentingan praktis
dalam kehidupan sosial. Etnometodologi menekankan
bahwa setiap situasi
sosial itu unik.
Kata - kata yang diucapkan adalah indeksial (percakapan indeksial).
Artinya bahwa kata - kata itu hanya masuk akal
pada kesempatan atau
waktu tertentu ketika
mereka menggunakannya. Mereka memilih dari semua hal yang terjadi disekitar mereka bukti yang mendukung
pandangan bahwa hal - hal
yang eksis atau
yang terjadi adalah tipikal dunia.
Bagi mereka, suatu
situasi sosial adalah
sebuah pelajaran, dan
suatu pola dibangun padanya dengan menggunakan
pengetahuan akal sehat[3].
Dalam hal
ini media komunikasi yang berbasis online mendukung adanya kumunikasi
jarak jauh. Dengan interaksi yang mudah ini, semua orang dapat mengakses
komunikasi jarak jauh dengan baik. Bahkan di era teknologi yang semakin maju
ini, mereka dapat berbincang-bincang dengan mengetahui kondisi lawan bicara
mereka (video call). Komunikasi disni juga merupakan bentuk wujud interaksi
antara yang satu dengan yang lainnya, baik komunikasi secara lqngsung maupun
menggunakan media.